Tambang Freeport Longsor Bikin Ekonomi Maluku dan Papua Anjlok ke 1,95%

Tambang Freeport Longsor
Kondisi tambang PT Freeport Indonesia usai diterjang banjir/Foto: Dok. PT Freeport Indonesia

“Dengan adanya pencabutan PPKM seharusnya konsumsi rumah tangga sebagai komponen penyumbang PDB terbesar tumbuh di atas level 5%, namun hanya mampu tumbuh 4,54%,” kata dia.

Artinya, ada penghambat utama masyarakat mengeluarkan uang untuk belanja salah satunya karena tinggi nya inflasi pada kuartal I-2023, dibarengi dengan kenaikan suku bunga pinjaman hingga ketidakpastian situasi ekonomi global.

Masyarakat menengah atas akan lebih responsif dengan tahan belanja karena kondisi makro, sementara menengah bawah masih terjadi tekanan lapangan kerja. Dia menyebutkan tantangan ekonomi di kuartal ke II khususnya usai Lebaran diperkirakan semakin kompleks.

Bacaan Lainnya

Konsumsi rumah tangga bisa saja lebih rendah pada periode berikutnya karena indikator inflasi inti pada bulan April 2023, yakni 2,83% year on year lebih rendah dari Maret sebesar 2,94%.

Inflasi inti menunjukkan dorongan sisi permintaan yang melemah. Selain itu setelah lebaran adalah low-season sehingga daya dorong konsumsi sebaiknya dibangkitkan dengan mempercepat serapan belanja pemerintah, mengendalikan inflasi sisi pasokan terutama transportasi dan pangan, hingga menurunkan kembali pajak-pajak yang hambat pemulihan ekonomi.

“Tanpa upaya extra-ordinary dari pemerintah, niscaya ekonomi kehilangan tenaga untuk dapat mencapai target pertumbuhan 5,3% pada 2023. CELIOS memproyeksikan ekonomi pada 2023 diperkirakan berkisar 4,9-5% year on year,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *